Ketika Para Tikus Berkumpul

by April 17, 2013 0 comments

 



Oleh: Tikus Merah

Sore telah lewat ketika anggota TM (Tikus Merah) berdatangan ke rumah sesepuh TM, Hari “Gombloh” Sutanta, di Cilebut, Bogor, Jawa Barat. Mereka yang baru datang antara lain: Andhika “Cok Bun” Permana Putra (Lentera, Perindo), Isti Qomah (aktivis perempuan), Niken Ismoyo (detektif swasta), dan Yusuf “Samen” Handoko (komandan satgas TM).


Sebelumnya, dua anggota TM, Agung Nugroho (Relawan Kesehatan) dan Ragil Nugroho (pendukung PKS), sudah ada di rumah Gombloh.


Rumah Gombloh semakin rame. Sate kambing menjadi santapan malam itu. Cemilan terhampar di karpet. Sembari makan, anggota TM bercericit membicarakan hal-hal ringan.


Menjelang tengah malam perbincangan menjurus serius dan panas. Andhika “Cok Bun” Permana terlibat debat sengit dengan Asri Oktavianty berkaitan posisi orang-orang kiri di Perindo. Gombloh dan Samen sesekali menimpali. Sedangkan Niken leyeh-leyeh karena kekeyangan, dan Isti asyik menonton film Korea.


Pagi harinya perbincangan dilanjutkan membahas masalah seputar militerisme. Dalam kesempatan ini sempat terjadi dialog yang memanas antara Isti dengan Samen seputar stratak menghadapi bangkitnya militerisme. Samen menampilkan jurus memukul lawan dengan tenaga dari pihak lain. Isti menimpali bahwa taktik seperti itu bisa mengarah pada opurtunisme.


Sedangkan Cok Bun, merujuk pada pengalaman entah dari mana, beranggapan tentara Indonesia bisa diubah menjadi tentara rakyat. Gombloh membantah hal tersebut. Baginya tidak mungkin karena sedari awal tentara Indonesia dibentuk sebagai anjing penjaga. Pendapat Gombloh dikuatkan oleh Asri.


Begitulah kira-kira sari pati pertemuan anggota TM untuk pertamakalinya.


Ragil Nugroho

Tikus Merah

Pencemooh berhati lembut. Berkebun dan bercocok tanam. Membakar sampah. Makan makanan bergizi.

0 comments:

Posting Komentar